Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Juli 2017

menuntaskan rasa penasaran akan selat di warung selat Vien's Solo

Kota Solo bagi saya adalah kota yang cukup unik, kota ketiga yang sering saya kunjungi selama hidup saya, selain Yogyakarta dan tentunya kota Klaten. Memang kota Yogya dan Solo memiliki banyak persamaan. Selain dikenal sebagai kota dengan banyak peninggalan budaya, kedua kota ini memiliki berbagai macam kekayaan kuliner yang bisa kita nikmati ketika berkunjung kesana. Sebut saja Gudeg sebagai makanan khas yang berasal dari Yogyakarta serta nasi liwet sebagai makanan kas dari kota Solo.


 warung selat Vien's Solo
 selat Vien's Solo


Berbicara mengenai kuliner khas dari kota Solo, selain nasi liwet, kota ini terkenal dengan menu kulinernya yang bernama "Selat". Menurut sejarahnya, Selat Solo merupakan makanan hasil perpaduan antara hidangan asli Solo dengan dengan hidangan khas Eropa. Konon pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda, orang-orang Eropa membawa banyak bahan makanan serta memperkenalkan teknik memasak kepada kaum ningrat di wilayah Solo. Beberapa hidangan kelas atas seperti bistik, steak, roti serta keju mulai diperkenalkan kepada keluarga kerajaan serta kaum ningrat. Selama ini pula terjadi perpaduan masakan dari masakan dengan cita rasa Eropa dan masakan dari Jawa. Selat Solo, merupakan salah satu hidangan hasil perpaduan antara masakan dengan citarasa Eropa dengan makanan yang berasal dari Jawa.

Saya sendiri di usia yang lebih dari seperempat abad, belum pernah mencicipi akan hidangan selat solo. Rasa penasaran akan Selat akhirnya dapat tertuntaskan, setelah rekan saya mengajak saya makan hidangan Selat di salah satu rumah makan yang berada di Jalan Hasanudin Solo. Vien"s adalah rumah makan yang dimaksudkan. Rumah makan ini menjajakan selat segar, sup matahari, timlo serta soto ayam.


lokasi warung selat vien"s Solo


Setelah memarkirkan kendaraan kami, kamipun segera masuk rumah makan yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Balapan serta Terminal Tirtonadi ini. Banyaknya pelanggan yang datang waktu itu, membuat kami harus rela meluangkan beberapa waktu untuk menunggu sampai pesanan kami datang. Saya memesan selat daging cacah serta minuman segelas es teh untuk mengganjal perut saya yang sudah kosong karena di hari itu belum sempat untuk sarapan. Dari segi penataan ruangan, tidak ada yang istimewa dari tata ruang Rumah makan Vien's ini. Sebuah tempat makan yang cukup luas dengan beberapa meja makan yang dibuat seefisien mungkin untuk bisa menampung pelanggan yang datang ke tempat ini.

antri dulu ya :D


Tidak sampai 10 menit menunggu, pesanan saya sudah diantarkan oleh salah satu pegawai disana. Di hadapan saya sudah tersaji sepiring selat yang terdiri atas telur, dengan beberapa irisan sayuran kacang panjang, wortel, kentang, kuah, daun selada dan tentu saja mayonise. Rekan saya menganjurkan saya untuk menambahkan kecap pedas ke dalam selat yang saya pesan karena dia mengetahui bahwa saya suka akan makanan pedas :D

sebelum


Kesan pertama setelah mencicipi hidangan selat Vien's ini adalah rasa manis-gurih. Rasa manis pada kuah yang disajikan dipadukan dengan gurihnya kentang goreng rasa-rasanya cukup pas untuk lidah saya yang acapkali makan makanan tradisioanal Jawa. Penyajian selat ini seperti makanan pada umumnya disajikan dengan menggunakan sebuah piring dengan porsi yang terbilang "cukup". Tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit. Menurut rekan saya, salah satu yang membedakan sajian selat Vien's ini dibandingkan sajian selat di rumah makan lainnya adalah, bila sajian selat di rumah makan lain menggunakan daging utuh, hidangan selat di rumah makan Viens menggunakan daging yang dicincang barulah digoreng dengan dicampuri menggunakan tepung. Hal ini yang membuat daging menjadi semakin gurih berkat campuran bumbu lainnya.

10 menit kemudian


Selain selat, di rumah makan Vien's Solo juga menjajakan menu lainnya seperti sup matahari, sup gelantin, timlo, gado-gado serta soto ayam. Untuk minuman kita bisa memesan es teh, maupun es jeruk segar. Berapakah harga untuk satu porsi selat di rumah makan Vien"s Solo? Saat artikel ini ditulis, untuk satu porsi selat daging cacah kita hanya perlu merogoh kocek Rp.10.000, untuk sup gelanting Rp.8.000: sedangkan sup matahari kita hanya perlu membayar Rp.8.000;. Sangat murah bukan ??. Jadi bila rekan-rekan berkunjung ke Solo, tidak ada salahnya mengunjungi warung makan ini. Selain memiliki cita rasa yang unik hidangan yang dijajakan memiliki harga yang cukup murah.    

Keterangan lokasi : 
Warung Selat Segar & Sup Matahari Vien’s terletak di Jl. Hasanuddin No.99 B, D & E, Solo.
Foodcourt dr.Oen Kandang Sapi Lt 1. phone : 0271- 738396