Kamis, 06 April 2017

Pelabuhan Tamperan Pacitan, dermaga kecil di barat pantai Teleng Ria

Pelabuhan Ikan Temperan Pacitan. Masih seputar cerita kunjungan saya bersama rekan-rekan saya ke Kabupaten seribu goa atau Kabupaten Pacitan. Tujuan utama kami ke Pacitan adalah menyusuri pantai-pantai di sepanjang pesisir laut selatan. Dimulai dari yang paling jauh yakni Pantai Tawang, Pantai Soge dan berakhir di Pantai Klayar. Mengapa kami memilih untuk berlibur ke pantai daripada ke goa ? Rata-rata dari kami sudah mengunjungi beberapa goa yang berada di Pacitan seperti goa Gong dan Goa Tabuhan, sehingga kami pun sepakat liburan kali ini, kami akan menghabiskan waktu untuk mengunjungi pantai di Pacitan yang terkenal dengan pasir putihnya itu.


Pelabuhan Tamperan Pacitan
Kapal nelayan yang sedang merapat di dermaga


Pelabuhan ikan Tamperan Pacitan sebenarnya tidak masuk dalam list daftar pantai atau tempat yang akan kami kunjungi. Dari Pantai Tawang rencananya kami akan berhenti di Pantai Banyu Tibo yang memiliki keunikan yakni air terjunnya yang berada di dekat dengan pantai. Namun rencanya kamipun berubah, mendekati pintu masuk pantai Banyu Tibo, saya melihat rekan-rekan perempuan tertidur di bangku belakang mobil yang kita kendarai. Kami yang masih terjaga tidak sampai hati membangunkan mereka yang terlihat sangat kecapekan karena beberapa diantaranya melakukan perjalanan setelah selesai lembur jaga malam ( meskipun saya juga habis jaga malam ). Perjalanan pun berlanjut ke pantai-pantai yang dekat dengan pantai Klayar yang menjadi pantai terakhir yang kami kunjungi dalam perjalanan kali ini.

suasana pelabuhan yang masih sepi

Ke pelabuhan ikan Tamperan Pacitan aja “ Itulah kata-kata yang keluar dari salah seorang rekanku ketika kami sampai di Kota Pacitan. Dia menuturkan bahwa pelabuhan ikan tersebut berukuran kecil dan akan terlihat  menarik apabila kita melihatnya dari atas yakni dari jalan ke Pantai Teleng Ria. Saya masih ingat ketika saya berkunjung ke Pantai Teleng Ria awal tahun 2015 lalu. Sebelum sampai di Pantai Teleng Ria saya dapat melihat kapal-kapal nelayan berukuran sedang, merapat di sebuah dermaga kecil di sebuah tempat yang menyerupai teluk dan mempunyai aliran arus laut yang sangat tenang. Karena keingintahuan saya apakah tempat yang dimaksudkan rekan saya adalah tempat yang pernah saya lihat, kamipun memacu kendaraan kami menuju Pelabuhan Ikan Tamperan Pacitan yang lokasinya tidak jauh dari Pantai teleng Ria. 

Lokasi Pelabuhan Ikan Tamperan

Pelabuhan Ikan Tamperan berlokasi tepatnya di dusun Tamperan, desa Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan Timur. Jalan menuju ke Pelabuhan ini sangatlah mudah, yakni apabila kita dari Kota Pacitan, kita ke arah barat melewati jalan ke arah Pringkuku lalu lurus terus sampai menemukan pertigaan yang ada jembatannya, kita belok ke kanan ( ambil jalan yang agak menyerong ) perhatikan papan penunjuk arah ke Pelabuhan Ikan Tamperan. Untuk menuju ke Pelabuhan Ikan Tamperan, dari kota Pacitan kita hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit sampai 45 menit perjalanan. 



Pelabuhan Ikan Tamperan ” Itulah tulisan pada gapura masuk pelabuhan ini, seolah menyambut kedatangan kami. Kamipun bergegas mencari tempat untuk memarkirkan kendaraan kami. Pada saat kami berkunjung ke Pelabuhan ini, kondisi pelabuhan sangatlah sepi. Tidak ada aktifitas jual beli ikan ataupun bongkar muat hasil tangkapan dari nelayan-nelayan yang kebetulan kami jumpai disana. Yang terlihat hanyalah beberapa orang yang sedang dengan asik memancing ikan di tepi pelabuhan dan beberapa nelayan yang sedang membenahi jala mereka di bagian atas kapal kayu yang berukuran sedang.


Pelabuhan Tamperan Pacitan
Kondisi pelabuhan dengan background pegunungan


Kondisi pelabuhan yang nampak lenggang membuat kami lebih leluasa untuk berkeliling pelabuhan ini tanpa harus merasa canggung terhadap beberapa orang yang sedang memancing disana. Dengan kail yang panjang serta dengan umpan berupa ikan kecil para pemancing disini mencoba peruntungan mereka untuk bisa menangkap ikan yang seringkali terlihat dari atas meskipun berada di bagian dasar dermaga. Saya pun berkesempatan untuk bertanya kapada seorang bapak yang sedang memancing di pelabuhan ini. Beliau menuturkan bahwa ikan yang berada di bagian tepi pantai atau berada di area perairan yang dangkal lebih mudah menangkap apabila kita menggunakan umpan berupa ikan kecil. Berbeda dengan ikan yang berada di perairan yang dalam, ikan di perairan yang dalam akan lebih mudah apabila kita menangkapnya menggunakan ikan buatan berupa umpan dari bahan karet dan sejenisnya. Setelah berbincang-bincang sejenak dengan salah satu Bapak yang memancing di pelabuhan ini, kamipun memutuskan untuk berkeliling pelabuhan berharap mendapatkan obyek yang menarik untuk bisa kami dokumentasikan melalui kamera yang kami bawa. 

Seorang bapak yang sedang memancing 


Pelabuhan Tamperan Pacitan memang tergolong pelabuhan yang kecil. Mengutip dari beberapa sumber, pelabuhan Tamperan ini dikhususkan untuk pelabuhan perikanan pantai ( PPP ) dan tujuan pendiriannya adalah untuk meningkatkan produktifitas usaha penangkapan ikan, mengingat Kabupaten Pacitan memiliki potensi hasil ikan yang cukup besar karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Hindia. Dasar perairan Pacitan sendiri merupakan dasar dengan banyak karang. Karang disini berguna sebagai tempat tinggal, tempat berlindung dan tempat perembangbiakan ikan. Oleh karenanya stok ikan di perairan ini sangatlah melimpah. Dari bagian atas dermaga kita dapat melihat arus laut yang tenag karena pelabuhan ini berada pada sebuak teluk kecil sehingga kapal-kapal nelayan yang merapat dapat aman dan terlindung dari hempasan gelombang laut.

Eeeh ada ikan :D

Menyusuri Pelabuhan Tamperan kita akan dapat melihat banyak kapal nelayan yang sedang berlabuh di tepian dermaga. Berbeda dengan beberapa pelabuhan ikan yang pernah saya kunjungi sebelumnya, dimana biasanya pelabuhan ikan identik dengan lingkungannya yang kumuh serta berbau amis, hal tersebut tidak saya jumpai di Pelabuhan ini. Hal yang menyebabkan pelabuhan ini terlihat sedikit kotor ialah adanya drum-drum yang berisi minyak dan dibiarkan terbuka begitu saja di beberapa sudut pelabuhan, minyak tersebut terlihat bececeran dan mengotori lingkungan sekitarnya.


Pelabuhan Tamperan Pacitan



Berjalan-jalan di sekitar Pelabuhan Tamperan sejauh mata memandang kita akan disuguhkan panorama perairan yang sangat tenang, membuat kita lupa bahwa di depan kita adalah Samudera Hindia yang selama ini terkenal dengan ombaknya yang besar. Kawasan pelabuhan dengan perairan yang tenang dengan background pegunungan karst yang indah menjadi daya tarik tempat ini. Tidak terasa jam tangan yang saya kenakan menunjukkan pukul 16:00 menandakan bahwa kami harus segera meninggalkan tempat ini dan melanjutkan perjalanan kami di destinasi wisata lain yakni pantai Klayar dan merupakan destinasi wisata terakhir yang kami kunjungi dalam perjalanan kali ini mengunjungi Kabupaten Pacitan.



Saya pribadi sangat senang bisa mengunjungi Pelabuhan Ikan Tamperan Pacitan. Bagi saya yang selama ini hidup jauh dari kawasan laut tentu menjadi pengalaman baru bisa secara langsung melihat sisi lain kehidupan nelayan di negara ini. Semoga dengan adanya pelabuhan ikan Tamperan bisa memajukan potensi perikanan terutama di Kabupaten Pacitan.

" Bagaimana, tertarik mengunjungi Pelabuhan Tamperan Pacitan ? "

12 komentar

Nganu Mas, usul saja, sebelum diunggah, ada baiknya horizon di tiap fotonya diluruskan dulu, berasa mau tumpah air lautnya...ahhaha

oke mas...btw gambar sing endi mas? gambar no 2 ya ??

pelabuhan temperan ini apa yang ada pasar Ikannya ya mas ?

Aku sempet ke pelabuhan di Pacitan, cuma lupa namanya apa

Yang aku ingat bau amis ikannya yang pekat di idung, dan banyak nelayan-nelayan yang lagi menghitung hasil tangkapannya

Seneng bener keliatannya, jujur aku belum pernah maen ke tempat seperti ini. Pengen bisa maen, selain jadi tahu. Bisa juga untuk mencari ide ya, Mas :)

Pacitan tu jauh banget dari rumahku. Aku pernah ke sana Mas. Ke sebuah desa bernama Lorok, jauhhhhhh :) kalao ke pelabuhan di atas belum pernah. Kapan ya bisa sampai sana juga?

Jai blogger itu mirip seperti wartawan ya ? bisa mengajak orang lain untuk ngobrol lebih tepatnya wawancara demi untuk cerita diartikel.
Hal yang lumrah, pelabuhan ikan akan tampak kekumuhan minyak bahan bakar. Hal ini pasti pelan-pelan mencemari lautan.

Kalau ada pasar ikannya setau saya di pantai Tawang mbak....disana banyak nelayan dengan perahu" kecil...kalo di tamperan adane kapal" besar...terimakasih sudah mampir...ayo ke Pacitan lagi

Mungkin ya mas, soale blm pernah jd wartawan :D Setau saya wawancara itu materi yang akan ditanyakan sudah disiapkan...nulis sesuai pengalaman ajalah mas hehe....

Iya mas...ke pantai Tawang jg bagus mas...kita jadi akan lebih mengetahui kehidupan nelayan disana...kalo di tamperan mgkn hanya akan menemukan kapal" besar..berbeda jika mengunjungi pantai Tawang...mayoritas disana nelayan dengan perahu" kecil

Waduh denger Lorok aja dah membayangkan tempatnya yg sangat jauh mbak hehehe...dr Semarang jelas jauh mbak :D

sueduih klo ada ceceran minyak di laut gitu
belum pernah menyusuri JLS Pacitan Trenggalek harus dibookmark ini mas

Silahkan mas..pasti bakal kesengsem dengan pesona pantai Selatan di kabupaten pacitan


EmoticonEmoticon