Monday, 12 June 2017

sore hari di waduk cengklik Boyolali

Waduk Cengklik Solo-Boyolali. Ingin menikmati suasana sunset yang lain di kawasan perbatasan kota Solo dengan Kabupaten Boyolali?, waduk Cengklik tempatnya. Waduk Cengklik terletak di desa Margorejo, Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali. Waduk yang terkenal cukup angker ini menjadi tempat wisata yang bisa anda kunjungi apabila anda berkunjung di kota Solo ( letaknya kurang lebih 3 km dari Bandara Adi Sumarmo ) untuk menghabiskan waktu di sore hari dan berburu sunset sambil melihat para pencari ikan yang banyak dijumpai di tempat ini.

waduk cengklik boyolali
perahu milik nelayan yang berada di tepi waduk yang terdapat banyak enceng gondok


Kali ini saya berkesempatan berkunjung di salah satu obyek wisata buatan yakni obyek wisata waduk yang terletak di Kabupaten Boyolali tidak jauh dari Bandara Adi Sumarmo Solo. Karena letaknya yang tidak begitu jauh dari kota Solo tidak jarang orang beranggapan bahwa waduk Cengklik masih masuk dalam administratif kota Solo, hal tersebut tidak benar. Secara administratif waduk Cengklik berada pada wilayah administratif Kabupaten Boyolali. Waduk yang sudah dibangun sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda ini kini menjadi tempat yang cukup menarik untuk berhunting foto terutama bagi pecinta fotografi di kota Solo dan sekitarnya.




Pengalaman mengunjungi Waduk Cengklik merupakan pengalaman yang pertama bagi saya. Karena sering ke kota Solo, maka saya sudah cukup hafal tempat-tempat wisata yang patut untuk dikunjungi dan tempat wisata yang cocok untuk menghabiskan waktu di sore hari. Seringkali saya mengunjungi taman wisata Balekambang yang letaknya di dekat terminal Tirtonadi, namun karena sudah terlalu sering kesana, maka saya mencari spot menarik lainnya di pinggiran kota Solo, yakni di waduk Cengklik 

Bagi yang suka akan kegiatan memancing terutama di kota Solo, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan Waduk Cengklik. Waduk Cengklik menjadi salah satu tempat memancing favorit dari sekian tempat memancing di kawasan Solo dan sekitarnya. Waduk yang dibangun tahun 1926-1928 oleh Pura Mangkunegara ini memiliki area keramba yang cukup luas serta terdapat jasa penyedia perahu yang dapat disewa baik itu oleh wisatawan ataupun para pemancing yang ingin memancing sampai di tengah danau.       

Rute menuju waduk Cengklik

Waduk Cengklik dapat dengan mudah kita capai. Lokasi waduk Cengklik cukup strategis yakni berlokasi di dekat Bandara Adi Sumarmo dan embarkasi haji. Jika rekan-rekan datang dari arah Yogya atau Klaten, setelah sampai Kartasura, perhatikan papan penunjuk arah di pertigaan yang mengarah ke bandara Adi Sumarmo. Ambil ke kiri ikuti jalan tersebut sampai menemukan perempatan pada jembatan. Sampai di perempatan ambil arah ke kiri ikuti jalan tersebut sampai menemukan waduk Cengklik. Lokasi waduk Cengklik masih 3 km lagi dari perempatan jembatan. 

Keindahan waduk cengklik  

Setelah menyusuri jalanan yang berlubang akhirnya kami sampai di waduk Cengklik. Jika anda dari arah selatan maka pintu masuk kawasan waduk Cengklik ini mungkin tidak terlihat, mengingat area di sekitarnya cukup “kumuh” serta papan tempat wisata yang ada tidak begitu jelas karena telah dimakan usia. Agaknya pemerintah sekitar tidak terlalu memperhatikan keberadaan waduk ini dan tidak mencoba menggali potensi wisata yang ada. Setelah membayar biaya masuk dengan harga Rp.3000; ( biaya retribusi diminta oleh seorang yang tidak mengenakan seragam resmi ) kami diperbolehkan masuk di kawasan waduk dengan tetap membawa motor kami. Sebelumnya saya menanyakan adakah karcis sebagai bukti biaya masuk kawasan waduk Cengklik ? pemuda tersebut mengatakan bahwa tidak ada karcis dan dana disetorkan untuk uang khas muda-mudi sekitar. Memasuki area waduk Cengklik terlihat sejumlah warga terutama anak-anak muda terlihat sedang bersenda gurau di tepian waduk serta beberapa diantaranya sedang mengabadikan moment yang ada, tidak lain adalah mencoba memotret matahari terbenam dan memotret aktifitas pencari ikan yang banyak dijumpai di tempat ini.

waduk cengklik boyolali
di sudut waduk cengklik


Pada saat saya berkunjung ke tempat ini, air yang ada mengalami penyusutan. Hal ini terlihat dengan mengeringnya tepian waduk sehingga di beberapa sudut dapat digunakan oleh para pencari ikan sebagai tempat yang kering untuk memancing dan menebarkan jala mereka. Selain itu di waduk Cengklik banyak ditumbuhi tanaman enceng gondok. Tanaman ini hampir dapat dijumpai di sepanjang tepian dari waduk tepatnya di sisi selatan dan sisi barat.  Mungkin menjadi masalah klasik bagi waduk yang berada di Indonesia bahwasanya saat ini waduk banyak ditumbuhi tanaman enceng gondok yang menjadi salah satu penyebab pendangkalan atau sedimentasi.

waduk cengklik boyolali
nelayan yang sedang menangkap ikan


Perhatian saya tertuju pada salah satu nelayan yang berada di tengah-tengah waduk. Meskipun memiliki ruang gerak yang cukup sempit ( karena terhalang oleh enceng gondok yang banyak tumbuh ) nelayan tersebut tetap mencoba mencari ikan dengan menebar jalanya, mencari tempat yang kemungkinan terdapat banyak ikannya. Saya hanya menemukan seorang nelayan yang menggunakan perahu sampai di tengah waduk, selebihnya hanya pencari ikan yang memancing di tepian waduk. Saya menghampiri seorang bapak yang sedang memancing dan berkesempatan berbincang-bincang dengan beliau, beliau menuturkan bahwa saat ini ikan di waduk ini semakin lama semakin sedikit, hal tersebut tejadi seiring dengan penyusutan jumlah air di waduk Cengklik ini. Bila jumlah air menurun otomatis jumlah ikan juga semakin sedikit. Saya juga menanyakan mengapa beliau tidak memancing ikan ke bagian tengah saja menggunakan perahu.

Kalau pakai perahu akan jauh lebih susah mas, soale banyak enceng gondoknya. Pernah sekali menggunakan perahu, banyak enceng gondok yang menabrak kebawa aliran air, malah susah menepikan perahunya

Itulah penuturan salah satu pencari ikan yang berhasil saya wawancarai di tempat ini. Beliau juga menuturkan bahwa ikan yang banyak didapat di tempat ini adalah ikan dengan jenis patin dan nila. Selebihnya saya menanyakan untuk keperluan apa beliau memancing ikan. Jauh dari perkiraan saya, bahwasanya ikan hasil tangkapan tersebut akan dijadikan lauk pauk, ternyata ikan yang di dapatkan digunakan untuk keperluan pakan ikan lele yang dia pelihara di kolam samping rumahnya :D 

waduk cengklik boyolali
seorang bapak yang sedang memancing di tepi waduk


Berada di kawasan waduk Cengklik selain dapat melihat aktifitas pencari ikan kita juga dapat melihat lalu lalang dan padatnya penerbangan di bandara Adi sumarmo Solo. Pesawat terbang yang melintas tepat di atas kita, maklum saja area waduk Cengklik berada di dekat dengan bandara, sehingga tidak sampai dalam hitungan jam sudah dipastikan dapat terlihat terbang rendang baik itu take off maupun landing. Selain di area waduk Cengklik, tempat memancing lainnya adalah sungai di sisi selatan dari waduk. Di sungai yang letaknya di tepian persawahan milik warga ini juga banyak dijumpai para pemancing ikan. Para pemancing dengan sabarnya menunggu umpan yang dipasangnya disambar ikan yang menjadi buruan mereka. Disini pula kita dapat melihat aktifitas lain yakni para petani padi yang melakukan aktifitas pertanian mengolah tanah di tengah-tengah kesibukan aktifitas perkotaan.    

Tempat ideal untuk hunting foto

Bagi yang suka akan kegiatan fotografi, waduk cengklik merupakan tempat yang ideal untuk hunting foto. Ada banyak spot menarik yang dapat diambil di waduk Cengklik. Selain aktifitas nelayan yang sedang menangkap ikan, aktifitas budidaya ikan yang ada di sisi selatan dari waduk juga tidak kalah menarik. Disana kita dapat melihat budidaya ikan  yang dilakukan menggunakan keramba yang membentang dari sisi barat sampai sisi sebelah timur dari waduk. Waktu terbaik untuk mengunjungi waduk Cengklik adalah ketika sore hari, dimana kita bisa menyaksikan matahari terbenam serta melihat cahaya orange yang perlahan-lahan mulai memudar.



Moment ini yang paling ditunggu-tunggu oleh para pemburu foto untuk mendapatkan gambar yang unik. Oya waduk Cengklik juga terkenal dikarenakan tempat ini sering digunakan sebagai tempat untuk mengambil foto serta banyak yang mengunggahnya ke media sosial. Alhasil waduk yang dahulu hanya digunakan hanya sebagai tempat untuk menampung air guna keperluan irigasi ini kini digunakan untuk wisata masyarakat sekitarnya, khususnya di kota Boyolali dan Solo.

waduk cengklik boyolali
begitu menghayati sampai-sampai masuk ke dalam rimbunan tumbuhan enceng gondok


Sore itu suasana waduk Cengkik cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat untuk menghabiskan sore sambil bersenda gurau. Saya sengaja turun ke bagian tepi waduk yang mengering guna mengabadikan beberapa foto enceng gondok yang banyak tumbuh dan hampir menutupi bagian dari tepian waduk tersebut. Dibalik rimbunnya enceng gondok tiba-tiba muncul seseorang dengan membawa peralatan pancing dan melangkah menyusuri waduk,  menjauh ke arah sisi barat. Ternyata tanpa saya sadari di bagian bawah tempat saya duduk ada bapak-bapak yang sedang memancing ikan. Entah bagaimana posisi bapak tersebut ketika memancing karena saya tidak menyadarinya. Keberadaannya seakan berkamuflase dengan tanaman sekitarnya.

waduk cengklik boyolali
yang mengantar saya tidak ketinggalan mau ikut difoto 


Setelah kurang lebih 2 jam menghabiskan waktu di tempat ini, dan setelah senja tiba, kami memutuskan untuk pulang ke Solo. Dari pengalaman saya mengunjungi waduk Cengklik, saya sangat menyayangkan, waduk Cengklik seakan tidak terawat dan pemerintah sekitar tidak memberikan perhatian pada waduk yang saat ini mengalami masalah pendangkalan. Bila dikelola secara lebih serius, waduk Cengklik mungkin bisa menjadi wisata favorit di Kabupaten Boyolali. Selain menjadi tempat wisata yang menarik bagi masyarakat tentunya juga akan menambah pendapatan daerah dari hasil penjualan tiket masuk. Ah.. saya hanya bisa berandai-andai........

21 comments

waduk cengklik ternyata sudah lama ada. Saya orang Klaten dan dekat dengan Boyolali bahkan sering lewat Boyolali, justru belum tahu keberadaan waduk ini. Sungguh telalu.

Dulu kesini pas lebarang :D mantapp deh Boyolali, lokasinya juga deket sama kampung halaman ane :D

Saya kira njenengan asli Jogja je mas......

Siiip mas eksa :D jarang" saya ke Boyolali hehehe...taunya cm ketep

waduk cengklik jadi pengen nyobain juga strike di lokasi tersebut,,, coba pak bupati suruh piara ikan di waduknya mang,,, biar ntar tambahnya ikannya dan beragam,,, kan enak kalau banyak ikannya...

Baru tahu di Boyolali ada waduk

Saya jg baru tau kalo itu masuk boyolala mas

Semoga didengarkan oleh pak Bupati mas (h)

Wah jalan-jalan terus nih si masnya

Padahal potensinya bagus ya mas.
Sayang kurang terawat dan banyak enceng gondoknya.

sudah menjadi masalah clasik sepertinya mas...bila dikelola dengan baik tentu akan bs menjadi wisata dan meningkatkan pendapatan daerah....

Sayangnya tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat terlihat masih banyak eceng gondoknya buat mancing juga harus ketengah

tempat favorit nyore,,pas pertama kesini pas sahur on the road 5 tahun yg lalu kayae

Iya mas...Enceng gondoknya banyak bgt

Iya mas, saya pernah baca artikel njenengan tak pikir itu sore....duuuhhh dikunjungi mas alan :-s maturnuwun mas sudah berkunjung

Wahhh banyak enceng gondok nya ia ... heee

Kelingan tahun 2009 pernah nganter Pakdhe yg hobi motret ke tempat ini karena request "tempat nyunset yg dekat-dekat Solo". Jebul apik pas sunset. Tapi ya waktu itu kondisinya juga agak kumuh. Untung pas itu eceng gondoknya belum selebat di foto-fotomu ini Mas.

iyo mas...enceng gondoke akeh banget...embuh nek nyewo prau isoh nengah ora kuwi ckkkk....pengalamannya ditulis di mblusuk ga mas? coba saya cek :D

Asik merahu nih..hehe
Itu eceng gondoknya banyak banget ya, Mas..
Kalau cuacanya sedang cerah mungkin suasananya lebih bagus pemandangannya ya..

kalo cuacanya cerah, tempat ini memang tempat yang ideal mas buat nyunset :D


EmoticonEmoticon